Pengertian, Sejarah, Jenis, dan Tekhnik Animasi 2D
Pengertian Animasi 2D
Animasi 2D adalah animasi yang menggunakan sketsa gambar, kemudian sketsa gambar tersebut digerakkan satu persatu, maka akan terlihat seperti nyata.
Mengapa disebut sebagai animasi 2D?
Disebut sebagai animasi 2D karena memiliki ukuran panjang (X-azis) dan (Y-axis). Juga karena dibuat dari sketsa yang digerakkan satu per satu, sehingga akan bergerak seperti nyata. Animasi 2D ini hanya bisa terlihat dari depan saja.
Objek dalam gambar yang ada pada film animasi tidak hanya berupa makhluk hidup saja, namun juga ada yang berupa benda, warna, tulisan, spesial efek.
Sejarah Animasi 2D
Animasi 2D telah ada sejak awal abad ke-20 ketika para animator pertama kali mulai menggabungkan serangkaian gambar untuk menciptakan gerakan. Pada awalnya, animasi 2D dilakukan dengan tangan menggunakan teknik seperti rotoskop, di mana gambar-gambar direproduksi dari rekaman film atau gerakan manusia yang nyata. Kemudian, dengan perkembangan teknologi, penggunaan kamera multiplane memungkinkan pembuatan lapisan gambar yang ditempatkan pada bidang yang berbeda, memberikan efek kedalaman pada animasi.
Pada era digital, animasi 2D menjadi lebih terjangkau dan dapat dilakukan menggunakan perangkat lunak komputer. Software animasi 2D, seperti Adobe Flash (sekarang dikenal sebagai Adobe Animate), memungkinkan para animator untuk membuat animasi dengan lebih efisien dan memberikan fleksibilitas dalam mengedit dan memodifikasi gambar-gambar.
Jenis Animasi 2D
Jika di awal era penemuan masih menggunakan teknik sederhana, sekarang telah banyak teknik-teknik lain yang dikembangkan dalam pembuatan animasi 2-Dimensi.Hal tersebut memunculkan beberapa tipe atau jenis animasi 2D yaitu :
1. Animasi Sel
Animasi sel merupakan film animasi yang bergantung pada kemampuan gambar tangan untuk menciptakan obyek-obyek yang nantinya akan dianimasikan. Animasi 2-Dimensi ini pertama kali dipopulerkan oleh Disney. Animator akan menggambar beberapa objek di atas lembaran transparan (atau biasa disebut sebagai celluloid transparent). Lembaran atau kertas transparan ini memudahkan mereka untuk dapat menggambar objek yang saling berurutan satu sama lain dengan mudah. Dari gambar-gambar yang disatukan tersebut, hasilkanlah gerakan atau animasi yang tampak halus dan mulus pergerakannya. Film-film animasi dengan tipe animasi 2D ini pun masih sering kita lihat di layar televisi, seperti Doraemon, Sinchan, Mickey Mouse, dan lainnya.
2. Animasi Path
Selain animasi sel, tipe animasi 2-Dimensi yang populer lainnya adalah animasi path. Animasi ini bertumpu pada garis kurva yang telah ditentukan sebagai lintasan dari objek-objek yang akan dianimasikan. Artinya, animasi path dapat dimaknai sebagai animasi dari objek yang gerakannya mengikuti garis-garis lintasan gerak yang sudah ditentukan.Animasi 2-Dimensi tipe ini seringkali menggunakan pengulangan (loop), sehingga objek-objek dalam animasi akan bergerak sampai kondisi tertentu. Contoh dari animasi path yaitu animasi kereta api yang bergerak sesuai dengan lintasan rel nya, animasi revolusi bumi terhadap matahari, dan semacamnya.
Teknik Yang Digunakan Untuk Membuat Animasi 2D
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kamu sudah tahu bahwa seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi, proses dan teknik pembuatan animasi 2-Dimensi tentu terus berkembang.
Di era digital seperti saat ini, banyak software yang diciptakan untuk membantu animator dalam produksi sebuah animasi 2-Dimensi. Hasilnya, teknik animasi 2-Dimensi banyak yang melibatkan digitalisasi dan melahirkan animasi-animasi 2-Dimensi yang lebih modern.
Teknik - Teknik Animasi 2D
1. Sel atau Teknik Manual
Kita sudah bahas sedikit mengenai animasi sel di paragraf sebelumnya. Karena menggunakan kemampuan menggambar di kertas transparan, teknik ini tergolong tradisional dan manual.
Tidak hanya itu, teknik sel ini merupakan teknik pembuatan film animasi 2D yang paling tua.
Biasanya, untuk mempersingkat waktu dan meminimalisir energi yang dikeluarkan, animator hanya menggambar latar belakang (background) dan latar depan (foreground) hanya sekali saja. Sedangkan objek-objek yang akan ditampilkan dibuat dinamis dan terpisah.
2. Bayangan
Teknik animasi 2-Dimensi yang tergolong klasik lainnya adalah teknik bayangan (silhouette). Teknik ini seringkali menggunakan lempengan kertas karton, kain, atau kulit sebagai medianya.
Media tersebut kemudian digunting sesuai karakter atau objek figurnya. Sorotan lampu juga memainkan peran penting dari teknik animasi 2-Dimensi yang satu ini.
Bayangan yang dihasilkan oleh media dan lampu di belakang layar akan menjadi objek menarik yang dilihat penonton. Apabila sorotan lampu didekatkan, maka bayangan akan semakin besar, dan sebaliknya.
Contoh yang tidak asing lagi dari teknik bayangan yang dikerjakan manual ini adalah wayang.
Ada juga nih teknik bayangan yang dikerjakan oleh bantuan software dan komputer. Film pertama yang menggunakan teknik bayangan digital yaitu The Adventures of Prince Achmed yang pertama kali tayang tahun 1926.
3. Computing 2D
Pada era tahun 1980-an, proses pembuatan animasi menggunakan komputer semakin dikenal di kalangan animator dan masyarakat. Sejak saat itulah industri animasi mengalami perkembangan yang sangat signifikan.
Para animator dapat menggambar dan merancang animasi mereka dengan bantuan komputer. Artinya, kini pekerjaan mereka jauh lebih cepat dan mudah.
Jika ada kesalahan dalam sebuah proses, animator hanya perlu menghapus dan memperbaikinya langsung tanpa harus merombak semua konsep. Jika mereka perlu menggandakan objek, mereka cukup menekan tombol copy dan paste tanpa perlu menggambar ulang.
Yang lebih menariknya lagi, animator tidak perlu memiliki bakat atau kemampuan menggambar tingkat dewa, karena beberapa software dapat membantu mereka dalam mendesain objek menggunakan templates dan lainnya.
4. Computing 3D
Teknik animasi 2-Dimensi memang terus berkambang. Tak heran jika perpaduan 2D dan 3D menjadi tren di industri animasi saat ini.
Efek “volume” atau kedalaman yang dihasilkan dari computing 3D membuat animasi 2-Dimensi lebih nyata.
Teknik computing 3D dapat membuat objek-objek yang awalnya flat dan hanya bisa dilihat dari sisi depan saja menjadi gambar yang dapat dibidik pandangannya dari segala arah.
Namun, jangan salah. Karena teknik computing 3D ini masih menjadikan 2D sebagai tipe animasi utamanya, maka prosesnya tidak serumit 3D.
Jadi, meskipun memiliki volume atau kedalaman, animasi yang dihasilkan melalui teknik computing 2D masih tergolong animasi 2D.
Contoh animasi 2D dengan teknik computing 3D dapat kamu lihat di film garapan DreamWorks Animation Studio yang berjudul “Spirit: Stallion of the Cimarron” yang dirilis pada tahun 2002 silam.
Komentar
Posting Komentar
Berkomentar lah dengan sopan 😁